Ziarah di kota Wali Cirebon

0
1371

Berwisata religi merupakan salah satu cara bagaimana kita mengenal sejarah dan budaya yang ada di Indonesia, disetiap tempat mempunyai keunikannya masing-masing. Salah satu tempat wisata di Cirebon yang unik dan menarik adalah wisata religi.

Tidak hanya tempat wisata religinya kita dapat mengunjungi beberapa objek wisata di Cirebon yang sudah banyak orang mengetahuinya seperti wisata alam Cirebon, wisata kuliner Cirebon, wisata Cirebon Kuningan dan masih banyak lagi.

Cirebon juga memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan Islam di Pulau Jawa. Di kota ini kita akan menemukan sisa-sisa peninggalan Sunan Gunung Jati yang merupakan salah satu tokoh Wali Songo yang menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa

Selain wisata sejarah dan religi, kita juga akan menemukan beberapa tempat wisata menarik lainnya di Cirebon. Berikut ini adalah 8 tempat wisata yang bisa kamu pertimbangkan untuk dikunjungi saat sedang berada di Cirebon

 

1. Keraton Kasepuhan

keraton-kasepuhan

 

Salah satu tempat wisata paling terkenal di Cirebon adalah Keraton Kasepuhan. Keraton ini merupakan sebuah bangunan keraton yang dibangun pada tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II. Keraton ini merupakan keraton pertama yang ada di Cirebon

Seperti bangunan keraton pada umumnya, bagian utama kraton ini berupa bangunan bangunan bercat putih yang di dalamnya terdapat singgasana sang sultan. Di kompleks keraton ini kamu bisa melihat-lihat berbagai benda bersejarah yang berhubungan dengan Keraton Kasepuhan. Di keraton ini juga ada sebuah Kereta Singa yang hanya dikeluarkan setahun sekali yakni tanggal 1 Syawal Hijriyah untuk dimandikan

 

2. Keraton Kanoman

Keraton Kanoman

 

Sekitar 600 meter dari Keraton Kasepuhan kita akan menemukan bangunan keraton lain yang tidak kalah menarik. Bangunan itu adalah Keraton Kanoman. Di bangunan ini terdapat sebuah museum yang menyimpan benda-benda bersejarah yang merupakan koleksi dari keraton

Keraton Kanoman sendiri dibangun pada tahun 1588 oleh Sultan Badaruddin. Pembangunan keraton ini disebabkan oleh adanya perselisihan tentang siapa yang mewarisi keraton. Keraton Kanoman merupakan tempat tinggal keturunan ke-12 kesultanan yaitu Raja Muhammad Emiruddin dan keluarganya

 

3. Masjid Agung Sang Cipta Rasa

masjid-agung-sang-cita-rasa

 

Masjih yang lebih dikenal dengan nama Masjid Agung Cirebon ini merupakan sebuah masjid yang berada di kompleks Keraton Kasepuhan. Masjid ini dipercaya sebagai masjid tertua di tanah Cirebon. Pembangunan masjid ini dilakukan sekitar tahun 1480 M. Masjid ini dibangun ketika Wali Songo menyebarkan ajaran Islam di Jawa. Arsitek dari bangunan masjid ini adalah Sunan Kalijaga. Ia ditunjuk oleh Sunan Gunung Jati untuk merencanakan bangunan masjid

Dalam proses pembuatannya, masjid ini juga melibatkan Raden Sepat, seorang arsitek Majapahit yang menjadi tawanan perang Demak-Majapahit. Ia ditugaskan untuk membantu Sunan Kalijaga untuk menyusun arsitektur masjid. Konon, pembangunan masjid ini melibatkan sekitar 500 orang yang didatangkan dari Majapahit, Demak, dan Cirebon

 

4. Taman Sari Gua Sunyaragi

Taman Sari Gua Sunyaragi

 

Di Kota Cirebon kita akan menemukan sebuah cagar budaya yang cukup unik. Dikatakan unik karna di kompleks ini terdapat rangkaian gua yang bentuknya mirip candi. Lokasi cagar budaya ini berada di kelurahan Sunyaragi, Kesambi. Dulu, tempat ini dipercaya sebagai tempat beristirahat dan meditasi para Sultan Cirebon dan keluarganya

Kompleks Taman Sari Sunyaragi ini dibagi menjadi 2 bagian yakni pesanggrahan dan gua. Bagian pesanggrahan dikelilingi oleh taman yang dilengkapi dengan kolam. Bagian ini juga dilengkapi dengan kamar tidur, kamar mandi, kamar rias, serta ruang ibadah. Gua-gua yang ada di kompleks taman ini berbentuk bangunan mirip candi yang dilengkapi dengan terowongan penghubung bawah tanah dan saluran air

 

5. Makam Sunan Gunung Jati

Makam Sunan Gunung Jati

 

Sunan Gunung Jadi adalah salah satu anggota Wali Songo yang turut menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa. Makamnya dapat kita jumpai di Cirebon, tidak jauh dari pusat kota. Makam Sunan Gunung Jati merupakan salah satu tempat wisata religi yang paling sering dikunjungi di Cirebon

Makam Sunan Gunung Jati Makam ini tersusun atas sembilan tingkat dan memiliki arsitektur bangunan yang sangat unik, kombinasi budaya Jawa, Arab dan China. Makam ini biasanya akan sangat ramai dikunjungi oleh para peziarah pada hari-hari tertentu

 

6. Situs Pasanggrahan Balong  Biru

Situs Pasanggrahan Balong Biru

Situs Pasanggrahan Balong Biru blogspot

Situs Pasanggrahan Balong Biru merupakan petilasan Mbah Kuwu Cirebon, Pangeran Cakrabuana, dan Nyai Endang Geulis. Situs tersebut memiliki nama lengkap Pasanggrahan Balong Biru Gunung Cangak. Lokasinya tak jauh dari makam talun yang terletak di Cirebon Girang Kabupaten Cirebon. Di situs ini terdapat balong yang dikeramatkan. Balong merupakan sebuah kolam, tergenangi air dalam jumlah tak cukup banyak dibandingkan lumpur. Balong dan Pesanggrahan dikeramatkan oleh warga sekitar, dan konon petilasan yang ada di sana sudah ada sejak abad 15 M.

7. Masjid Panjunan

Masjid ini merupakan sebuah masjid berumur sangat tua yang didirikan pada tahun 1480 oleh Syarif Abdurrahman atau Pangeran Panjunan. Ia adalah seorang keturunan Arab yang memimpin sekelompok imigran dari Baghdad, dan kemudian menjadi murid Sunan Gunung Jati. Masjid Merah Panjunan terletak di sebuah sudut jalan di Kampung Panjunan, kampung dimana terdapat banyak pengrajin tembikar atau jun.

Masjid Panjunan semula bernama mushala Al-Athya namun karena pagarnya yang terbuat dari bata merah menjadikan masjid ini lebih terkenal dengan sebutan Masjid Merah Panjunan. Awalnya masjid ini merupakan tajug atau Mushola sederhana, karena lingkungan tersebut adalah tempat bertemunya pedagang dari berbagai suku bangsa, Pangeran Panjunan berinisiatif membangun Mushola tersebut menjadi masjid dengan perpaduan budaya dan agama sejak sebelum Islam, yaitu Hindu – Budha.

 

Hasil gambar untuk wisata religi cirebon

 

Seni dan budaya

Tari Topeng Cirebon

 

Hasil gambar untuk Sintren
Sintren
Hasil gambar untuk Kesenian Gembyung
Kesenian Gembyung
Hasil gambar untuk Batik Motif Mega Mendung
Batik Motif Mega Mendung

Kebudayaan yang melekat pada masyarakat Kota Cirebon merupakan perpaduan berbagai budaya yang datang dan membentuk ciri khas tersendiri. Hal ini dapat dilihat dari beberapa pertunjukan khas masyarakat Cirebon antara lain Tarling, Tari Topeng Cirebon, Sintren, Kesenian Gembyung dan Sandiwara Cirebonan.

Kota ini juga memiliki beberapa kerajinan tangan di antaranya Topeng Cirebon, Lukisan Kaca, Bunga Rotan dan Batik.

Salah satu ciri khas batik asal Cirebon yang tidak ditemui di tempat lain adalah motif Mega Mendung, yaitu motif berbentuk seperti awan bergumpal-gumpal yang biasanya membentuk bingkai pada gambar utama.

Motif Mega Mendung adalah ciptaan Pangeran Cakrabuana (1452-1479), yang hingga kini masih kerap digunakan. Motif tersebut didapat dari pengaruh keraton-keraton di Cirebon. Karena pada awalnya, seni batik Cirebon hanya dikenal di kalangan keraton. Sekarang dicirebon, batik motif mega mendung telah banyak digunakan berbagai kalangan. Selain itu terdapat juga motif-motif batik yang disesuaikan dengan ciri khas penduduk pesisir.

Kuliner

Makanan Tradisional

 

LEAVE A REPLY