SGTP : Kerja bhakti di Usili

0
253

Pemukiman Usili tampak sepi ketika saya tiba. Saya ke sana setelah dari pemukiman suku Kokoda Kurwato yang sedang membuat rangka bangunan untuk asrama dan TPA. Waktu menunjukkan pukul 10 pagi. Di jalan ada beberapa anak menggelindingkan ban bekas sambil lari mengikuti. Saya hubungi teman-teman yang hendak kerja bakti. Termasuk tokoh muslim suku Kokoda Usili, bapak Hamdani.

Tak ada sepuluh menitan, teman-teman datang. Namun belum ada penduduk Usili yang muncul. Termasuk pak Hamdani. Tanda-tanda akan ada kerja bakti tak terlihat. “Kita nunggu selesai ibadah jadi,” jelas pak Hamdani. Iya, saya lupa kalau di sini penduduknya bukan cuma muslim.

Bermula dengan hadirnya bapak Nimrod, salah satu tokoh suku Kokoda Usili yang non-muslim, beberapa penduduk Usili satu per satu ikut bergabung. Dimulailah kerja bakti hari ini dengan membersihkan lahan bangunan bakal gedung pendidikan. Bakal gedung untuk pendidikan umum di pagi hari sekaligus untuk pendidikan agama di sore hari.

Pendidikan umum untuk semua anak-anak Usili, baik muslim maupun non-muslim, yang hingga hari ini hanya 3 anak yang mengenyam pendidikan dasar (SD). Sedangkan pendidikan sore hari untuk mereka yang beragama Islam.

Semoga pembangunan yang baru penanaman tiyang pancang ini bisa segera terwujud menjadi bangunan layak pakai. Biar anak-anak Usili bisa lekas belajar sebagaimana anak-anak Indonesia lainnya. Biar anak-anak Usili berani bermimpi walaupun jalan yang menghampar didepan mungkin terlalu terjal.

#SantriGoesToPapua #ppmAswaja

LEAVE A REPLY