SGTP : Lanjutan pembangunan Asrama dan TPA As-Salam

0
248

Rencana dan usaha adalah bagian manusia. Sisa lebihnya adalah hak prerogratif-Nya. Itulah yang sudah dilakukan dan disadari muslim suku Kokoda di pemukiman Kurwato terkait pembangunan Asrama dan TPA As-Salam.

Perencanaan dan usaha dalam mewujudkan bangunan itu sudah dilakukan maksimal. Namun dalam prakteknya ada saja kendala yang menimpa. Awal pembangunan pondasi yang sedianya dimulai tanggal 19 Desember 2016, berubah menjadi tanggal 24 Desember 2016. Proses penimbunan yang direncanakan pada tanggal 1 Januari 2017, mundur menjadi tanggal 3 Januari 2017. Begitu pula pembangunan rangka yang rencananya dilakukan pada tanggal 6 Januari 2017 kemarin, insya Allah baru akan dilaksanakan besok pagi (12 Januari 2017).

Dan malam ini warga suku Kokoda Kurwato berkumpul di atas lahan bakal Asrama dan TPA As-Salam itu guna meminta kepada Allah SWT agar diberi kemudahan, kelancaran dan keselamatan dalam proses pembangunan. Memohon kepada-Nya supaya hak prerogratif-Nya dicurahkan untuk mengabulkan rencana yang telah disusun serta tidak menyiakan usaha yang telah maksimal dilakukan.

Diawali dengan menyenandungkan sholawat Lihushulil-marom bersama-sama, malam ini di atas tanah bakal Asrama dan TPA As-Salam, warga suku Kokoda Kurwato melantunkan tahlil dan do’a-do’a. Semoga proses pembangunan diberi kemudahan, kelancaran dan keselamatan sebagaimana yang telah direncanakan dan harapkan. Mari kita aminkan…!!!

Selepas itu, tokoh setempat, yakni bapak Imam Hamzah Edoba, mengingatkan kembali kepada para warga akan pentingnya pendidikan dan ilmu agama. “Kalau kita baru tahu dan bisa sampai sini (sambil tangannya ditempelkan ditikar), anak-anak cucu kita harus bisa sampai disini (sambil tangannya ditempelkan pada tikar yang lebih jauh dari tempat duduknya).”

Saya sendiri kembali berbicara tentang keberadaan saya di tengah-tengah mereka serta memacu semangat mereka untuk terus belajar agar tidak kalah dengan muslim-muslim lainnya di luar Papua. Dan ada lagi beberapa teman seperjuangan lainnya yang peduli pada mereka memberi semangat malam ini. Diantaranya yaitu Rahim Sulchan.

Menyambung motivasi saya perihal pentingnya literasi sejarah muslim Papua, kang Rahim dengan penguasaannya tentang sejarah muslim Fak-fak dan Kokoda, berkali-kali menantang mereka untuk menuliskan sejarah orang-orang tua mereka. Bahkan pria lajang yang masih berdarah Fak-fak ini memberi PR pada salah satu warga untuk menulis nama-nama marga muslim suku Kokoda sebagai gerbang untuk memasuki sejarah masa lalu mereka yang hingga kini hanya turun-temurun lewat tutur kata.

Sedangkan teman satu lagi yang kerap dan lebih nyaman dipanggil dengan Mbah Gimbal menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Anak adalah aset yang bisa membawa kita ke surga atau neraka.

Demikian kira-kira acara malam ini yang bertemakan memohon kemudahan, kelancaran dan keselamatan untuk kelanjutan pembangunan Asrama dan TPA As-Salam yang akan dimulai besok pagi. Semoga setelah pembuatan rangka bangunan ini, warga suku Kokoda Kurwato bisa langsung melanjutkannya dengan pembangunan dindingnya hingga bangunan selesai semuanya. Mari aminkan lagi…!!! Amiiiiin…

Dan bagi bapak/ibu yang ingin terlibat dalam mewujudkan Asrama dan TPA itu dengan menyisihkan rizkinya, bisa menyalurkannya lewat No. Rek. Bank Mandiri 070.00.0664.8054 a/n Yayasan Dakwah Islam Ahlusunnah Wal Jamaah, dengan menambahkan 99 dibelakang nominal (mis. Rp. 100.099), dan mohon konfirmasi pengiriman ke 081526090074 (Ust. Dodik Ariyanto) untuk tertib administrasi. JazakumuLlahu khoiron katsiron…

#SantriGoesToPapua #ppmAswaja

LEAVE A REPLY