Permohonan Dukungan Pembangunan Madrasah di Papua

0
372

“Assalamualaikum Pak”, Sapa sebuah suara yang tidak asing bagi saya dari sebuah nama yg tersimpan di telepon genggam dengan tulisan ‘Ust.Agus_Pejuang_SGP’.

“Waalaikumussalam Mas”, sesaat saya balas salam tersebut dengan antusias malam itu.

Suara itu begitu lembut dan terkesan begitu santun, sembari saya membayangkan senyum tawadhu’ nya Ust.Agus Setiabudi.

“Saya menyampaikan amanah dari warga di kampung suku kokoda Pak, bahwa ada tanah yg di wakafkan oleh seorang Bapak, untuk pendirian madrasah, dan saya di persilahkan untuk ikut membantu pendiriannya” lanjut Ust. Agus dengan semangat, dan terasa logat papua sudah mempengaruhi gaya bicara beliau, yaa.. bagaimana tidak, dua tahun sudah meninggalkan pulau jawa, untuk mengabdikan diri untuk mengajar ngaji dan baca tulis latin, di sebuah tempat terpencil, yang bahkan listrik pun susah di pedalaman Papua.

“Subhnallah, walhamdulillah, ukuran berapa Mas?, yang akan di gunakan berapa besar untuk madrasah ? kira kira berapa untuk beli bahan, biaya pengiriman bahan, dan macem macem untuk mengisi madrasah?”, lanjut saya sembari mempersiapkan charger untuk HP yg mulai lowbat.

“Maaf sebelumnya Pak, ini bangunannya akan di buat model rumah panggung seperti kebanyakan rumah warga suku kokoda pada umumnya, jadi kemungkinan bahan bahan akan banyak dari kayu”, jawab Ust. Agus, lamat lamat saya mendengar suara hewan pengerat menjadi background beliau, suara yang sama yg saya dengar jika saya pas lagi naik gunung, namun ini terdengar dekat sekali, saya bisa membayangkan dilingkungan seperti apa beliau tinggal saat ini.

“Nggih ga papa Mas, gambaran kasarnya berapa?” buru buru saya menegaskan pertanyaan saya sebelumnya.

“Saya kirim Whats app ya Pak besok, sambil mencari sinyal yg bisa di pake internettan di kota” jawab Ust.Agus kemudian.

Berikutnya kami saling menguatkan semangat kami masing masing, agar senantiasa istiqomah untuk menjalankan tugas kami masing masing untuk tugas Mulia ini.
Iya beliau tugasnya lebih berat, dengan berkorban meninggalkan kampung halaman di jawa, dan mengabdikan diri untuk menyampaikan ajaran ajaran Kanjeng Nabi SAW dan mencerdaskan warga dan anak anak suku di pedalaman Papua.
Tugas saya, mengkoordinir para dermawan dan memastikan beliau tetap survive dengan kehidupan ekonomi beliau sehari hari, termasuk pendirian Madrasah ini.

Saat ini whatsapp dari Ust.Agus sudah saya terima, dan tertera sketsa sederhana sebuah gambar dan hitungan perkiraan bahan bahan di selembar kertas .

Sebuah bangunan panggung dengan ukuran 7 x 15, dengan sebuah ruangan memanjang di depan dari ujung ke ujung dan tiga buah ruangan untuk Kamar Mandi, Kamar Tidur dan Tempat penyimpanan barang sekaligus dapur.

Rencana Ust. Agus, ruangan utama yang memanjang tersebut akan di isi 3 papan tulis di kanan tengah dan kiri, untuk mengaji anak anak, mengaji orang tua dan sekaligus belajar baca tulis bagi yang non muslim. Dan bisa juga berfungsi sebagai tempat bertemunya warga, semacam ruang serbaguna.

Sedangkan ruangan ruangan tersebut, juga sekalian dijadikan tempat tinggal Ust. Agus, oh ya beliau saat ini bertempat tinggal “semacam ngekost” di sebuah rumah warga, dan sepertinya beliau bisa jadi satu satunya orang yang ngekost di sana.

Kami mengajak, siapapun yang membaca ini, berkenan ber investasi pahala dengan membantu mewujudkan mimpi warga suku kokoda, untuk mendirikan madrasah pertama di kampung tersebut.

Total kebutuhan kurang lebih 150 – 200 juta, InsyaAllah akan menjadi Amal Jariyah selama Madrasah tersebut di fungsikan, dan InsyaAllah akan menjadi pahala yang akan mengalir tanpa henti, karena dengan madrasah tersebut warga dan anak anak di suku kokoda akan bisa membaca Al-Qur’an, sholat dengan baik dan benar serta mengetahui ilmu ilmu yg berkenaan dengan Agama Islam.

Juga bermanfaat bagi warga non muslim disana untuk bisa belajar membaca tulis dan mengetahui serta bisa menghitung uang, koq menghitung uang? iya mayoritas sehari hari disana masih banyak warga yang (masih) melakukan barter barang untuk kebutuhan sehari hari.

Sekali lagi kami mengajak para dermawan untuk bersama sama mewujudkan mimpi tersebut, dengan mengirimkan Shadaqah terbaik ke Rekening Bank Mandiri atas nama. Yayasan Dakwah Islam Ahlusunnah Wal Jama’ah di nomer 070.00.0664.8054.

Untuk memudahkan identifikasi dan administrasi mohon di tambahkan angka ‘99’ di belakang nominal, missal Rp.1.000.099, dan bisa konfirmasi ke 081526090074 bahwa sudah melakukan transfer ke rekening tersebut diatas.

Atas amal yg sudah sedang dan akan di lakukan, kami haturkan Terimakasih tak terhingga, Semoga Allah Ta’ala me Ridhoi Semua amal terbaik Bapak Ibu Saudara sekalian.

Terimakasih
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Team Admin Santri Goes To Papua#2 – PPM Aswaja.

Ikuti Fans Page-nya di Cahaya Dakwah dari Timur

LEAVE A REPLY